The River at Rain Forest

The River at Rain Forest

Jumat, 30 April 2010

Morfogenesis Tumbuhan

MORFOGENESIS TUMBUHAN
Tujuan : memahami proses pembentukan struktur tumbuhan, baik secara internal maupun pengaruh eksternal dan memahami fenomena pertumbuhan, yaitu: diferensiasi, polarisasi, kesimetrisan, regenerasi, chimera dan abnormalisasi.

PENDAHULUAN
Definisi Morfogenesis:
Morfo berarti bentuk dan genesis berarti asal mula
Asal mula terjadinya suatu bentuk

Beberapa pendapat:
Menurut Strasburger (1978): Morfogenesis adalah proses pembentukan organisme yang dipengaruhi faktor internal (endogen)dan fektor eksternal (exogen).
Menurut Hill (1982): Morfogenesis adalah proses pertumbuhan dan perkembangan bentuk, diferensiasi suatu organisme.

Strassburger (1978), menyatakan bahwa pengertian morfogenesis ada 2 kelompok, yatu:
1. AUTOMORFOSE; yaitu proses pembentukan yang dipengaruhi gen, a.l: Perkembangan organ generatif Angiospermae, yaitu selama pembentukan bunga yang dilengkapi dengan pembentukan polen, maka kemudian dapat terbentuk biji, sedangkan yang tidak dilengkapi oleh pembentukan polen, kemudian tidak berbiji.
2. HETEROMORFOSE; yaitu proses pembentukan yang dipengaruhi oleh adanya induksi dari luar, a.l: oleh adanya cahaya àfotomorfose; adanya air àhidromorfose dan oleh pengaruh panas àtermomorfose.
Berdasarkan kedua kelompok ini maka tumbuhnya organisme mengikuti konsep morfogenesis.
DASAR- DASAR PERTUMBUHAN SEL
- Adanya Teori sel yang dikemukakan oleh Scleiden & Schwann (1839).
Menunjukkan bahwa mengenal sel pada organisme hidup akan diikuti pengenalan struktur, pertumbuhan dan perkembangnnya.
-Didapatkannya inti sel;
Menunjukkan bahwa perbanyakan sel diatur oleh organel tersebut dan menunjukkan adanya kelompok organisme tanpa inti (prokariot) dan kelompok berinti (eukariot).
Sedangkan kalau dilihat dari jumlah inti, organisme dikelompokkan menjadi organisme berinti tunggal atau organisme berinti banyak.
3 TAHAP PROSES PERTUMBUHAN
1. Tahap seluler
2. Tahap organ
3. Tahap individu

TAHAP SELULER
Pertumbuhan serta perkembangan sel, terdiri dari 4 tahap, yaitu:
Tahap pembelahan sel, pertambahan plasma, perpanjangan sel dan diferensiasi
Pembelahan sel
- Terbatas pada daerah meristem,
- Mitosis atau amitosis dan meiosis
Pertambahan plasma, dan perpanjangan sel.
Selama sel masih hidup dan dalam pembelahan sel, akan terjadi pertambahan plasma.
Salah satu pembuktian adanya pertambahan plasma dapat diukur dari berat kering, atau dengan adanya penambahan volume serta oleh adanya perpanjangan sel.
-Pengukuran pertumbuhan, dari adanya pertambahan protoplasma dapat diukur melalui berat kering (Karena kandungan bahan hidup dari sel adalah: karohidrat, lemak dan protein, sebagai hasil metabolisme).
Bagaimana dengan pengukuran berat kering biji yang sedang berkecambah? Tepatkah mengukur pertambahan protoplas dari berat keringnya?.
Pada proses kecambah, biji akan kehilangan bobot melalui respirasi.
-Pengukuran perbanyakan sel, akan lebih realistis dan mudah daripada mengukur protoplasma.
Bagaimana pengukuran tumbuhan yang mengalami etiolasi?.
-Pengukuran pertambahan volume, diukur pada volume yang permanen (irreversible).
Bagaimana pada daun yang sedang mengalami turgid atau layu ? Dan pengukuran diameter batang pada siang hari dan malam ?
Diferensiasi
Setelah pembelahan sel, akan terjadi perubahan-perubahan, a.l: pembentukan organel-organel sel seperti mitokondria, kloroplas, yang kemudian akan terjadi pembentukan jaringan-jaringan khusus à perubahan ukuran sel dan bentuk sel.
UKURAN SEL
Makin cepat pembelahan sel, maka ukuran sel akan lebih kecil.
Menentukan ukuran sel, dapat berdasar pada:
Pertambahan jumlah sel yang digambarkan pada grafik, umumnya pertumbuhan sel, memperlihatkan gambaran Sigmoid.
Dan berdasarkan lamanya pembelahan sel.
Bagaimankah menentukan adanya sel yang besar dengan ukuran sel ?
Ukuran sel yang sangat berbeda dengan sel-sel sekelilingnya, dapat karena polyploidi yang disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah sel, sebagai pengaruh dari kromosom, misalnya adanya trisomik.
volume inti berkorelasi dengan volume sel.
Bagaimanakah pola sel pada tumbuhan ?
Sangat bervariasi, Ditentukan oleh jenis jaringan dan jenis tumbuhan.
Pada tumbuhan dikenal adanya jaringan meristem, parenkim, mekanik (kolenkim dan sklerenkim), jaringan epidermis, jaringan pengangkut, jaringan sekresi.
Mengelompokkan jaringan pada tumbuhan tidak selalu mutlak bentuknya dan fungsinya, karena jaringa parenkim dapat diinduksi oleh lingkungan tertentu menjadi jaringan pengangkut atau jaringan yang embrionik.
Adanya pembentukan kayu suban dan galih, yang dapat terbentuk pada jenis tumbuhan kayu tertentu saja.
Adakah hubungan pola pertumbuhan sel dengan morfologi ?
Tergantung pada jenis tumbuhan
Ditentukan pula oleh faktor-faktor, yaitu faktor lokasi pembelahan, jenis yang akan dibentuk, dan lingkungan (media/ nutrisi)
Contoh: pertumbuhan tumbuhan mengikuti pola:
1. Perpanjangan trakeid pada batang atau ranting, terjadi dari pusat ke luar melalui pertambahan lingkaran tahun.
2. Ukuran sel trakeid pada cabang lebih kecil daripada batang, tetapi tergantung pada posisi batang.
3. Terbentuknya kayu suban dan galih (merupakan xilem sekunder)
Kayu suban, sel-selnya mengandung protoplas, berfungsi sebagai pengangkut dan penyimpan makanan, letaknya dekat dengan kambium.
Kayu galih, sel-selnya mati, karena sel-sel xilem yang terlebih dulu terbentuk, warna selnya lebih gelap.
4. Pembentukan dinding sel baru ditentukan oleh posisi sel-sel plate.
5. Posisi kromosom dalam mitosis, menentukan pertumbuhan dan diferensiasi.
6. Hasil percobaan Asbhy, pada daun Ipomea pada batang utama yang berubah dengan adanya pengurangan ukuran sel dan jumlah daun ternyata berkorelasi dengan aktifitas karboksilase ribulosa difosfat serta daun akan cepat dewasa.
7. Pola pembentukan daun yang mengikuti konsep plastokrom, yang jumlah primordianya akan meningkat sejalan dengan waktu.
8. Pola pembelahan sel dapat mengikuti arsitek tajuk, yaitu banyaknya cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan daun.
PROSES PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN, MERUPAKAN SUATU KESATUAN YANG TIDAK TERPISAHKAN YANG DAPAT TAMPIL SEBAGAI BENTUK.
Masa Vegetatif, terhenti dan diteruskan dengan generatif : PERTUMBUHAN DETERMINAT.
Masa vegetatif terus berlangsung pada masa generatif: PERTUMBUHAN INDERTEMINAT.
Analisis pertumbuhan:
1. Pertambahan berat kering.
2. Perbanyakan protoplas
3. Perbanyakan sel
4. Pertambahan volume yang permanen.
5. Kinetika tumbuh, menurut Yulius Sachs.
Mengukur (daun, buah atau internodus) terhadap waktu, hasilnya dapat menunjukkan kurva Sigmoid atau hyperbola.
Keterkaitan antara pertumbuhan dengan faktor dalam:
Pertambahan diameter batang dapat ditentukan oleh pertambahan diameter empulur.
Pertambahan tangkai buah dapat diikuti oleh perbesaran buah.
Pertambahan panjang akar tunggang dapat diikuti oleh tingginya batang utama.
Pertumbuhan, karena adanya pertambahan organ yang diikuti oleh pertambahan organ lainnya, disebut berkorelasi positif.
Pertumbuhan, adanya pertambahan organ tertentu yang menghambat pertumbuhan organ lainnya, disebut berkorelasi negatif.
DAPAT DI ANALISIS, MELALUI ANALISIS STATISTIK; KORELASI, YANG DINYATAN DALAM r (r negatif: korelasi negatif dan r positif: korelasi positif).
FENOMENA MORFOGENESIS
1. KORELASI
2. POLARISASI
3. KESIMETRISAN
4. DIFERENSIASI
5. REGENERASI
6. CHIMERA
7. ABNORMALISASI
KORELASI
HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN ORGAN YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA
Contohnya:
- Tinggi tanaman dengan luas daun.
- Jumlah daun dengan jumlah buah. dst
PENGAMATAN DAPAT SECARA
FISISOLOGI DAN GENETIS
Karena faktor zat kimia terhadap pertumbuhan, misal: pupuk anorganik dengan hormon
Faktor perkembangan organ oleh perkembangan organ lainnya. Misalnya: pemberian hormon/ irradiasi terhadap jumlah kromosom
Hasilnya :
Positif atau negatif
Statistik Regresi korelasi
POLARISASI
Pertumbuhan yang berbeda padakedua kutubnya; yang disebabkan oleh proses fisiologi atau genetik
Ada 3 aspek polaritas:
1. Oriented behaviour: adanya perbedaan pertumbuhan sel atau jaringan; jaringan meristem yang ada dipaling ujung pertumbuhannya akan lebih cepat, sehingga akan mempengaruhi ukuran sel; gerakan nutrisi akan lebih cepat apabila menuju ke bawah.
2. Axiation: sumbu simetri: bentuk bunga umumnya akan menyeimbangkan bentuk simetris, melalui susunan fibonaci; susunan felamen pada bunga.
3. Polar difference (perbedaan kutub): akibat perbedaan distribusi nutrisi dikedua ujung tumbuhan
POLARITAS dapat ditinjau dari: struktur luar; struktur dalam atau polaritas fisiologi
Polaritas struktur luar, dapat dilihat oleh adanya regenerasi dari organ tumbuhan yang ditumbuhkan dengan tempat dan posisi yang berbeda
Polaritas struktur dalam; Pola pertumbuhan; a.l. fase-fase pada mitosis
Polaritas secara fisiologi: a.l: gerakan ratio C/N; gerakan N cenderung bergerak ke atas, sedangkan C, gerakan cenderung ke bawah.Contoh yang lainnya gerakan auxin; Aktifitas respirasi cenderung ujung meristem lebih aktif.
KESIMETRISAN
BENTUK TUBUH YANG KARAKTERISTIK YANG CENDERUNG UNTUK DAPAT MEMBENTUK TUBUH YANG SIMETRIS PADA SUMBUNYA
Dipengaruhi oleh faktor luar : Cahaya, zat tertentu (zat tumbuh secara exogen) atau adanya faktor genetis.
Bentuk simetris :
Radial
Bilateral
Dorsoventral

Radial
Tipe yang melingkari sumbu dengan bidang sama besar,
- Tumbuhnya akat letaral pada akar primer
- Pilotaksis daun
Bilateral
Tipe yang mempunyai pertumbuhan organ yang mempunyai dua sisi yang berlawanan sama besar; di depan dan di belakang sama besar atau di kiri dan dikanan sama besar : membentuk amfitoniContoh: batang Opuntia
bentuk bunga Cruciferaceae

Dorsoventral
Pertumbuhan organtumbuhan padasalah satu sisinya sama besar,tetapi sisi lain tidak sama besar.
Contohnya: lumut hati
akar orchidaceae
DIFERENSIASI
Perkembangan tumbuhan yang berbeda dengan bentuk semula.
pembentukan ovula, polen, gamet jantan,gamet betina, zigot,embrio, tumbuhnya organ-organ baru
Ditentukan oleh sifat dari adanya perubahan-perubahan dari jumlah sel,letak pertumbuhan, sehingga akan mempengaruhi terbentuknya jaringan dan juga pembentukan organ serta akan mempengaruhi individu
Yang mempengaruhi Diferensiasi, adalah:
1. Meristem terminal yang akan menentukan pembentukan primordia dari daun dan tunas.
2. Sel-sel kambium yang akan membentuk jaringan pembuluh

3. Sel-sel yang sifatnya embrionik yang kemudian muncul jaringan-jaringan tertentu sebagai primordia organ tertentu.
4. Bagian-bagian yang tidak nyata akibat dari adanya pengaruh lingkungan yang kemudian berpotensi untuk berkembang.

Faktor yang mempengaruhi diferensiasi: genetis dan lingkungan karena sifat sel tumbuhan adalah mempunyai totipotensi.
BAGAIMANA HUBUNGAN PERTUMBUHAN DENGAN DIFIRENSIASI :
1. Adakah pertumbuhan tanpa diferensiasi ?
2. Adakah diferensiasi tanpa pertumbuhan ?
1. Pertumbuhan tanpa diferensiasi:
- terbentuknya endosperm biji
- terbentuknya kalus
Diferensiasi tanpa pertumbuhan:
- Pembentukan sporocarp pada jamur lendir: Pembentukan agregasi myxoamoeba à membentuk pseudoplasmodium à sorus

Proses diferensiasi dipelajari dari:

1. Struktur /Konfigurasi : selà jaringan à diferensiasi.
2. Aspek ontogeni: perubahan dari tumbuhan muda à dewasa.
3. Faktor lingkungan : perubahan struktur.
4. Faktor fisiologi.
STRUKTUR /KONFIGURASI DIFERENSIASI
Ada 2 macam diferensiasi :
- Diferensiasi external
- Diferensiasi internal
Diferensiasi external
- Pembentukan bagian vegetatif yang diteruskan menjadi pembentukan bagian generatif.
- Pembentukan bunga dari primordial bunga yang kemudian membentuk pola dengan terbentuknya sepal, stamen dan karpel.
- Metagametosis
Diferensiasi internal
- Mitosis dan meiosis
- Pembentukan jaringan (teori Hanstaein).
Adanya perubahan ukuran, ketebalan dinding sel, posisi sel
DIFERENSIASI SECARA ONTOGENI
Secara umum akan terjadi diferensiasi adalah karena adanya proses ontogeni: à dipengaruhi faktor genetis.
Adanya perubahan secara perlahan dari bentuk, sifat, tumbuh fase vegetatif à fase generatif.
Perkembangan batang :
Pucuk batang, umumnya terdiri atas axis dengan ruas-ruasnya serta primordia daun, yang akan tersusun pada batang dengan sebutan filotaksis.
Batang primer yang berkembang dari protoderm, prokambium dan meristem dasar.
Perkembangan daun:
Bentuk-bentuk daun yang akan berubah pada jenis tanaman tertentu, antara lain:
Perkembangan daun kapas pada setiap cabang memperlihatkan adanya bentuk yang berbeda.
Perkembangan daun Ipomea.
DIFERENSIASI KARENA LINGKUNGAN
Adanya perubahan struktur, akibat adanya pengaruh faktor: cahaya, air, temperatur dan zat kimia.
Yang paling umum diferensiasi tumbuhan secara cepat karena faktor zat kimia.
Sedangkan oleh adanya faktor cahaya, temperatur dan air, pengaruhnya perlahan. Sebagai contoh perkecambahan biji kacang hijau, akan cepat apabila dalam keadaan tidak ada cahaya.
Temperatur yang cukup tinggi dapat mempengaruhi perubahan fase vegetatif menjadi fase pembentukan organ generatif. Pada musim panas, maka fase pembungan akan cepat terbentuk.
HUBUNGAN DIFERENSIASI DENGAN FISIOLOGI
Umumnya proses diferensiasi, akibat adanya proses fisiologi.
a.l.: untuk pembentukan akar pada kultur jaringan memerlukan penambahan zat pengatur tumbuh golongan auxin
Stamen pada tanaman Canabis, berasa asam.
Konsentrasi sukrosa dapat mempengaruhi pembentukan lobus pada primordia daun; sukrosa rendah membentuk 2 lobus, sedangkan tinggi dapat membentuk lobus lebih dari dua.
REGENERASI
Dapat terjadi pada organisme yang sedang berkembang yang melengkapi bagian-bagian yang terlepas/rusak yang disebabkan karena adanya gangguan fisiologis, kemudian menghasilkan tubuh yang lengkap.
Regenerasi pada tumbuhan terbatas pada jaringan meristematis atau pada jaringan dewasa yang sedang mengalami perubahan, menjadi jaringan yang bersifat embrionik.
Ada hubungan dengan Dediferensiasi

Regenerasi dapat terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi dan rendah
Regenerasi pada tumbuhan tingkat rendah: terjadi pada tumbuhan Thallophyta dan Bryophyta.
Berdasarkan bahwa organisme yang bersel satu, regenerasi akan rutin terjadi.
Contoh:
Jenis alga Cladophora, yang mengalami plasmolisis à sel akan terpisah namun akan terbentuk individu baru.
Jenis lumut hati Sphaerocarpus,yang dipotong-potong, maka akan tumbuh bagian-bagian organ, sesuai dengan tempat pemotongannya.
Pada tumbuhan tinggi, regenerasi ada 3 macam, yaitu:
1. Regenerasi rekonstitusi atau regenerasi awal.
2. Regenerasi restorasi
3. Regenerasi reproduktif atau regenerasi vegetatif.
1. Regerasi Rekonstitusi:
terjadi pada daerah jaringan embrionik, prosesnya ada 2 :
1. Rekonstitusi meristematis
2. Rekonstitusi jaringan dewasa.
Rekonstitusi meristematis:
Jaringan dapat berregenerasi sempurna.
Contoh:
- Pemotongan pada ujung akar sekitar 0,5 – 0,7 mm (daerah meristematis), maka dipermukaan luka akan tumbuh jaringan meristematis sebagai penutup luka, yang akan membentuk kalus dan akan membentuk akar adventif.
- Pemotongan ujung batang Podostemon ceratophyllum, maka dipermukaan bekas potongan akan tumbuh sekelompok sel yang meristematis yang akan tumbuh tunas adventif.
Rekonstitusi jaringan dewasa
Peristiwa penyembuhan, karena terjadinya aktifitas pembelahan sel didekat jaringan yang terpotong.
Pembelahan secara periklinal dengan bagian yang terpotong, akibat adanya pengaruh hormon luka, à menginduksi aktifitas kerja felogen membentuk jaringan penutup luka (kalus) untuk membentuk akar atau daun.
Contoh :
- Bagian vena daun yang dipotong-potong, akan membentuk benang-benang yang akan menghubungkan sel-sel mesofil yang terpisah.
- Umbi kol yang masih muda, dipotong transversal dari ujung ke basal, awalnya akan terjadi pembengkakan, namun struktur umbi akan kembali normal.
- Kolrahbi, yang terkelupas, maka bagian yang terkelupas akan membentuk lapisan epidermis. yang seharusnya bila tidak terkelupas akan membentuk jaringan kortek, namun adanya pengelupasan maka jaringan berkembang sesuai dengan posisi.
- Perlukaan di bagian batang ( apabila mengenai daerah kambium), maka akan terbentuk jaringan yang akan membentuk tunas adventif, sehingga batang akan bercabang.
2. Regenarasi Restorasi
Merupakan peristiwa perbaikan jaringan atau organ yang hilang, yang kemudian karena adanya aktivitas jaringan yang bersifat meristem dekat jaringan rusak tsbt.
Dapat terjadi pada bagian-bagian organ tumbuhan yang dipotong-potong, karena adanya jaringan penutup luka akibat aktivitas jaringan kambium yang sifatnya embrionik akan membentuk kalus dan kemudian akan membentuk organ baru à dapat dijadikan dasar dalam perbanyakan vegetatif.
Contoh:
- Batang dikotil yang dipotong-potong, maka tunas akan muncul di ujung apikal dan akar di ujung basal dengan polaritas tertentu, tunas axila akan tumbuh, namun apabila tunas tidak tumbuh maka akan tumbuh primordia yang dorman.
Bila pemotongan pada batang monokotil, regenerasi terbatas pada bagian karena tidak mempunyai kambium meristem interkalar. Atau bagian yang hilangnya saja dan terbatas pada bagian yang masih muda.
Regenerasi yang cepat banyak dibantu oleh aktivitas hormon
Adanya klorofil, akan membantu pembentukan organ lainnya.
Regenerasi Restorasi, dapat terjadi pada:
Akar, membentuk kalus à membentuk jaringan embrionik bersifat meristematis dan akan tumbuh tunas adventif dan muncul floem yang bukan dari adanya kambium.
Munculnya tunas akar dari lapisan subepidermal batang yang terluka dari tanaman Aristolochia.
Pada daun sukulen yang dipotong, maka akan muncul tunas adventif.
Kotiledone yang diisolasi, dengan munculnya akar kotiledone.
Karangan bunga yang di potong-potong akan membentuk akar atau tunas adventif.
3. Regenerasi Reproduktif atau regenerasi Vegetatif.
Terjadi secara alami dan mucul tunas pada bagian vegetatif dan akan menjadi individu baru. Banyak didapatkan pada tumbuhan rendah. Dan pada tumbuhan tingkat tinggi terjadi pada tanaman Kanchoe (cocor bebek).

Munculnya embrio somatik dari pemotongan kalus akibat dari induksi zat tumbuh.
CAMPURAN JARINGAN
Yaitu: kombinasi jaringan yang berbeda secara genetik
Dapat dibentuk melalui:
Sistim sambung pada perbanyakan vegetatif, mosaik dan chimera.
SISTIM SAMBUNG
Prinsipnya adalah menyambung dengan batang tanaman namun kedua kambium harus kontak.
Keberhasilan sistim sambung:
- Bentuk batang atas dan bawah, apabila batang atas mempunyai sistim perakarannya kecil, maka akan terjadi pengurangan ukuran dan kekuatan sistim pucuk.
- Jumlah auksin, pada tipe pohon yang beranting banyak, akan menunjukkan adanya hambatan membentuk pucuk, sehingga memberikan kesempatan untuk berkembangnya tunas lateral.
- Kekerabatan antar kedua jenis tanaman yang disambungkan.
Tumbuhan monokotil sulit disambungkan, karena sistim kambiumnya sedikit
CONTOH, HUBUNGAN TIMBAL BALIK SISTIM CAMPURAN JARINGAN
- Adanya perpindahan zat alkaloid dari batang bawah ke batang atas, jika tanaman tomat disambung dengan tanaman tembakau, sehingga daun tomat akan tercium bau tembakau.
- Tanaman bawah berbunga banyak sedangkan atas sedikit, maka batang atas akan berbunga banyak.
- Tanaman leguminosa yang berkayu dan perenial, disambung dengan tanaman buncis, maka buncis bersifat perenial.
- Menyambungkan batang atas dari varietas annual (membentuk bunga pada satu musim) ke batang bawah yang binneal, maka pada kedua jenis tumbuhan akan berbunga pada waktu yang bersamaan.
- Menyabungkan batang atas yang fertil dengan batang bawah yang steril, akan menghasilkan batang atas yang steril.
Bentuk buah, umumnya dipengaruhi oleh gen
CHIMERA
Dapat terjadi pada:
Jaringan pada batang, daun ataupun akar yang tersusun dari jaringan-jaringan yang berbeda sumbernya secara genetik yang mengalami mutasi somatik, maka akan terjadi percampuran jaringan meristem dan selanjutnya akan bersama-sama hidup
Beberapa bentuk Chimera:
1. Chimera dua jaringan yang bercampur tidak beraturan, akan bertahan sementara kemudian berganti struktur yang terorganisir.
2. Chimera meriklinal, tipe campuran dari jaringan yang membentuk lapisan tipis akan melapisi bagian permukaan.
3. Chimera sektoral, tipe campuran dari berbagai jaringan yang berdekatan satu sama lain tanpa garis batas yang simetri (tidak teratur).
4. Chimera periklinal, yaitu tipe campuran jaringan-jaringan yang sumbernya berbeda, seperti dari hasil sambungan dua jenis tanaman yang menghasilkan bunga yang warnanya dimiliki oleh kedua jenis tanaman tersebut. Dapat terjadi pula pada tumbuhan yang diinduksi secara kimia seperti yang telah dilakukan mencampurkan sel .
Contoh mencampurkan sel Solanum lycopersicom dengan S. nigrum, yang menghasilkan 3 lapisan yang berbeda secara genetik, yaitu: 2n, 4n dan 8 n. Dan Polyploidinya dapat terjadi beberapa kombinasi yang dibentuk pada setiap lapisan, yang terlihat pada ukuran sel yang seimbang dengan jumlah kromosomnya.
MUTASI SOMATIK
Campuran jaringan yang muncul secara spontan akibat dari sel-sel vegetatif yang bermutasi.
Dapat terjadi oleh adanya lingkungan yang berubah-ubah.
a.l: perlakuan pemberian temperatur yang rendah. Irradiasi atau zat-zat kimia, yang semuanya dapat mempengaruhi kromosom
ABNORMALITAS
ADANYA BENTUK YANG BERLAINAN/ TIDAK SAMA DALAM SATU TUBUH
DAPAT TERJADI KARENA FAKTOR DALAM (GENETIS) ATAU LINGKUNGAN
KONSEP ABNORMALITAS, ADA 2 KONSEP, YAITU:
KONSEP PERTAMA:
BERDASARKAN POLA PROTOPLASMIK, KEMUDIAN CENDERUNG MENYESUAIKAN DIRI à AKIBATNYA MEMPUNYAI EKSPRESI YANG CENDERUNG AKIBAT FAKTOR LINGKUNGAN YANG KEMUDIAN DIIKUTI OLEH MORFOGENESIS
KONSEP KEDUA:
PERKEMBANGANNYA TIDAK MENUNJUKKAN EKSPRESI YANG BANYAK DAN DAPAT DIPENGARUHI LINGKUNGAN, YANG KEMUDIAN PERKEMBANGANNYA MENJADI KONSTAN.
MACAM-MACAM ABNORMALITAS:
1. METAMORFOSIS
2. FASKIASI / FASIASI /FASCIATION
3. PELORI
4. STRUKTUR AMORF
Metamorfosis
• Adanya pertumbuhan pada salah satu organ mempunyai fungsi tertentu.
• Contoh: bentuk phyllody (filodi)
• Struktur petal & sepal seperti strukur daun
• Bentuk stamen bunga Eriophyces
• Tumbuhnya sulur pada ujung daun labu.
• Petal bunga Gloxinia menjadi besar
FASKIASI = FASIASI
Pembentukan struktur akibat dari bagian-bagian tumbuhan yang bersatu; dapat terjadi pada organ batang atau akar.
Prosesnya karena adanya peleburan atau adanya penyambungan faktor genetis atau kimia.
Contoh yang bersifat genetis: Colocasia cristata, Lycopodium, Anthurium.
Contoh fasiasi hasil percobaan:
Hasil pemotongan epikotil Phaseolus multiflorus, maka yang tumbuh adalah tunas yang bersatu dengan kotiledon yang bentuknya pipih

PELORI
Tipe abnormal dari floral, yang tadinya simetris dorsiventral menjadi simetris radial.
Pertama yang menemukan fenomena pelori, adalah Lineus. Yang ditemukan pada: tumbuhan Lineria spuria, Antirrhinum mafus dan Digitalis purpurea.
STRUKTUR AMORF
Merupakan struktur yang spesifik, tipe-tipe yang termasuk amorf adalah: INTUMESENSI, KALUS dan CROWN GALL.
INTUMESENSI:
Bentuk seperti kutil atau pastula akibat kelebihan air dipermukaan daun kubis (kol).
Bentuk hiperplasia, akibat proliferasi sel-sel gabus menjadi meningkatnya jumlah sel.
Terjadinya pembesaran sel, disebut hypertropi.
KALUS:
Struktur terbentuk akibat aktifitas kambium gabus pada daerah yang luka.
Struktur tersebut terdiri dari sel-sel yang parenkimatus dan terdiri dari sel-sel yang sifatnya meristematis / embrionik.
CROWN GALL
• Struktur yang terbentuk di batang akibat dari aktivitas mikroorganisme Agrobacterium tumefacien’
Pembentukan sel tumor primer
Bakteri Agrobacterium tumefaciens mengandung plasmid Ti (penginduksi tumor) yang masuk pada sel-sel tumbuhan dan memperbanyak diri, kemudian DNA plasmid dari bakteri tsbt diintegrasikan dan mampu menginduksi sel-sel membentuk enzim baru yang dapat mensintesiskan opin melalui bantuan asam amino oktopinat dan nopalinat yang digunakan sebagai sumber karbon dan nitrogen A.tumefaciens, dengan demikian maka sel-sel tumbuhan mendapatkan produk fotosintesis secara esklusif .
Witches – broom:
Struktur yang terbentuk pada tumbuhan paku yang tumbuh ruas – ruas atau cabang-cabang yang tidak memanjang, namun pertumbuhannya diikuti oleh tunas-tunas yang bersifat dorman, sehingga bentuknya seperti sapu.
Faktor- faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan: à HETEROMORFOGENESIS
Air
Temperatur
Cahaya
Zat pengatur tumbuh
PROSES MASUKNYA UNSUR-UNSUR HARA YANG TERJADI DALAM TUMBUHAN BERHUBUNGAN DENGAN GERAKAN AIR MELALUI PERISTIWA DIFUSI,OSMOSA DAN IMBIBISI
AIR MERUPAKAN UNSUR YANG PALING PENTING UNTUK PROSES FISIOLOGI
LEBIH DARI 80% BERAT BASAH SEL DARI JARINGAN PADA TANAMAN ADALAH AIR,
KADAR AIR DALAMSELMERISTEMATIS DAPAT MENINGKAT SAMPAI 90%
KADAR AIR DAPAT MENURUN SAMPAI KURANG DARI 10% PADA BIJI ATAU PADA KUNCUP YANG DORMAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar